Hargai Diri Anda Dengan Iman dan Taqwa

Pakaian syar'i
Pakaian yang sesuai dengan syar'i


Harga diri merupakan sesuati yang harus dimiliki oleh setiap orang. Karena dengan harga diri, maka kita masih memiliki kehormatan dan kewibawaan. Banyak orang yang salah dalam menilai harga diri dengan keduniaan, seperti kekayaan, kecantikan dan jabatan. Padahal harga diri yang sebenarnya harus kita miliki adalah sebuah ketaqwaan dan keimanan. 

Kekayaan
Kekayaan mungkin bisa meningkatkan harga diri kita. Karena dengan kekayaan, maka kita bisa melakukan apapun yang kita inginkan. Namun banyak orang yang berubah menjadi sombong setelah ia sudah mendapatkan harta yang banyak dengan memandang rendah orang lain yang tidak memiliki harta (miskin). Padahal, memang sudah menjadi fitrah di kehidupan ini, ada kaya dan ada yang miskin. Ada pria, ada pula wanita dan seterusnya. Jadi intinya, orang yang sombong setelah mendapat kekayaan, maka ia belum siap menanggung tanggung jawab yang di berikan Allah SWT yang di berikan pada dirinya. Dan ia juga sudah mengambil sesuatu yang sebenarnya milik Allah SWT seperti hadist Nabi mengatakan:

Rasulullah SAW pernah bersabda bahwa Allah SWT telah berfirman, "Kesombongan adalah selendang-Ku dan keangungan adalah sarung-Ku. Karena itu, siapa saja yang merampas salah satu dari-Ku, pasti Aku akan melemparnya kedalam api neraka". (HR. Abu Dawud dan Ibn Majah)

Siapapun boleh mencari kekayaan, karena kekayaan itu juga penting supaya kita terhindar dari sifat meminta-minta. Tetapi yang jauh lebih penting adalah keimanan dan ketaqwaan yang melekat dalam diri kita. karena dengan iman dan taqwa, bisa mengendalikan diri kita dari sifat sombong, angkuh dan merendahkan orang lain.

Kecantikan
Kecantikan juga penting untuk menambah daya tarik pada diri kita, terutama untuk suaminya. Dan dengan kecantikan pula, orang lain akan menghargai diri kita dan menjadi perhatian banyak orang. Namun perlu di ketahui, kecantikan yang di miliki seorang wanita tanpa iman dan taqwa, malah akan menjadi rendah harga diri wanita itu sendari. Banyak wanita yang memiliki paras yang cantik namun berpakaian yang tidak pantas dikenakan di muka umum, seperti celana pendek, rok mini, baju tangan pendek dan lain sebagainya. 

Perlu di ketahui. Diluar sana, banyak laki-laki yang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Ada yang tidak peduli, ada yang melihatnya lalu kehilangan fokus karena sedang menyupir dan ada pula yang memandangnya dengan penuh nafsu. Sebenarnya, apa yang ia perlihatkan hanya boleh di pandang oleh suaminya. Tetapi lantaran ia tidak memiliki iman dan taqwa maka ia tidak peduli dengan semua itu. 

Perlu di ketahui. Satu orang laki-laki yang melihat yang melihat auratnya yang ia umbar, maka ia akan mendapatkan dosa, bagaimana jika ada ratusan atau ribuan orang yang melihatnya? Tentunya ia akan mendapatkan dosa yang terus meningkat tanpa ia sadari. Hal ini juga berlaku pada foto kita yang tidak menutup aurat dan di apload di facebook. Ini akan menjadi dosa yang mengalir terus menerus selama 24 jam tanpa henti.  

Wanita cantik yang memiliki iman dan taqwa, maka ia tidak akan merendahkan dirinya di hadapan khalayak umum dengan mempertontonkan auratnya. Karena aurat yang ia miliki hanya untuk suaminya saja. Ia cenderung menutup tubuhnya dengan busana syar'i. Sedangkan syarat busana syar'i adalah pakaian yang menutup seluruh tubuhnya dari ujung kepala sampai ujung kaki hanya menyisahkan wajah dan telapak tanganya saja, tidak ketat dan tidak tipis (transfaran). Inilah pakaian yang di perintahkan oleh Allah SWT kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa. Dan inilah harga diri seorang wanita dan kehormatanya.

Jabatan
Jabatan juga menjadi sesuatu yang bisa meningkatkan harga diri. Karena dengan jabatan, maka seseorang akan bisa memerintahkan apapun pada anak buah kita. Dan ia juga selalu di di hormati dan di hargai oleh bawahanya. Namun suatu jabatan yang di emban seseorang yang tidak memiliki iman dan taqwa, maka ia akan berfikir bahwa jabatan yang telah ia peroleh adalah berdasarkan kerja kerasnya tanpa ada bantuan dari siapapun juga.

Padahal, segala sesuatunya Allah SWT yang menentukan dan semua yang Allah SWT amanahkan pada setiap orang akan ada pertanggungjawabanya baik di dunia, terlebih lagi di akhirat. Tanpa adanya iman dan taqwa, seseorang tidak mengetahui akan hal itu, dan ia tetap enjoy dengan jabatanya dengan merendahkan bawahanya dan berbuat zalim.

Ketahuilah. Pemimpin yang seperti ini, mungkin ia akan di hormati sama anak buahnya bukan karena kewibawaanya, tetapi karena takut akan kezalimanya. Sedangka saat ia tidak ada, maka ia akan menjadi bahan perbincangan dan bahan olok-olok di belakangnya. Jika sudah seperti ini, sebenarnya harga diri kepemimpinanya sudah tidak ada dimata anak buahnya.

Sedangkan pemimpin yang memiliki iman dan taqwa, maka ia akan menjalankan kepemimpinanya jujur, adil dan selalu menghargai anak buahnya. Ia sadar bahnya kepemimpinan yang di bebankan pada dirinya adalah suatu tanggung jawab yang di berikan Allah SWT pada dirinya. Dan suatu saat nanti, Allah SWT akan mempertanyakan tentang tanggung jawab kepemimpinanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Blog Update